Selasa, 29 Mei 2012

Korosi Peretakan Peka Terhadap Lingkungan


Ada 3 jenis korosi peka lingkungan, yaitu (Jones, 1992):
1.    Peretakan korosi tegangan (Stress Corrosion Cracking/SCC).
Yang dinamakan dengan peretakan korosi-tegangan (stress-corrosion cracking/SCC) pada suatu elemen mekanis adalah beban yang diterima langsung oleh suatu logam yang berupa beban operasi dan beban oleh adanya tegangan sisa (residual stress), yang menimbulkan fracture atau kerusakan pada benda.
Kondisi lingkungan (environment) yang dapat mempengaruhi SCC kebanyakan berupa media cairan berupa peng-oksid, terutama pada temperatur tinggi. Korosi tegangan bermula dari lekukan atau lubang, alur dan semua bentuknya diskontinyu pada logam. Karena adanya konsentrasi tegangan pada suatu formasi, maka kondisi cacat awal tersebut dapat berlanjut karena adanya tegangan, dimana proses korosi berlangsung secara bersamaan. SCC terjadi pada suatu logam campuran yang bekerja di kondisi tegangan tarik statis. Logam yang murni biasanya lebih tahan terhadap peretakan korosi tegangan.
2.    Peretakan korosi fatik (Corrosion Fatigue Cracking/CFC).
Peretakan korosi fatik (corrosion fatigue cracking/CFC) terjadi pada logam yang mendapat beban terus menerus pada lingkungan yang korosif. Kelelahan atau fatik pada benda merupakan akibat adanya beban yang berulang-ulang dan bervariasi. Beban yang berulang-ulang akan cenderung menghantam permukaan dan menyebabkan keretakan. Pertumbuhan keretakan pada penampang benda dapat mengurangi kemampuan puncaknya dan mengakibatkan kegetasan, yang akan berlanjut menjadi fracture. Dalam suatu media yang korosif daya tahan terhadap fatik dapat berkurang oleh variasi besarnya beban dan frekuensinya sehingga akan terjadi akselerasi korosi fatik. Intensitas korosi fatik akan lebih besar pada media yang korosif dengan kandungan oksigen dan pada temperatur operasi yang tinggi. Korosi jenis ini dapat terjadi pada logam paduan maupun logam murni.
3.    Hydrogent induced cracking (HIC).
HIC terjadi karena hidrogen berdifusi kedalam kisi-kisi logam campuran pada saat terjadinya  evolusi hidrogen.        
H2O +e- ® H + OH- …………………………………………………....(2.6)
2H+ + 2e- ® H2………………………………………..........................(2.7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar