ABSTRAK
Penggunaan material komposit diberbagai bidang teknologi
tidak terlepas dari sifat-sifat yang dimiliki komposit yaitu ringan, kuat, dan
tahan terhadap korosi. Namun, penggunaan dari
komposit berpenguat serat buatan mengalami kelemahan karena tidak ramah
lingkungan dan limbahnya tidak dapat terurai. Sehingga dibutuhkan serat penguat
alam karena murah, ramah lingkungan dan limbahnya dapat terurai. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat dengan
variasi susunan serat terhadap kekuatan bending dan tarik pada komposit berpenguat serat tebu (Saccharum
offcinarum).
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat tebu (Saccharum offcinarum), resin epoxy dan katalis. Proses
pemilihan serat dilakukan dengan cara pengelupasan
kulit tebu lalu digiling, selanjutnya
serat tebu dipisahkan dari ampas tebu lalu dijemur hingga
kering ± 10 hari, dan serat tebu kering dipotong dengan
ukuran 120 mm. Dalam penelitian ini terdapat 3 variasi
susunan serat, yaitu susunan acak, susunan lurus, dan susunan silang. Metode
dalam pembuatan spesimen dengan cara hand lay up dengan fraksi volume serat 40%, 50%, 60%. Mesin untuk menguji spesimen uji
bending dan uji tarik adalah Universal Testing Machine (UTM) tipe HT – 9501. Spesimen uji bending menggunakan standar
uji ASTM D790-03, sedangkan untuk spesimen uji tarik menggunakan standar uji ASTM
D3039.
Hasil pengujian bending dan tarik komposit
berpenguat serat tebu menunjukkan bahwa semakin besar
fraksi volume serat tebu maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan,
dengan tegangan bending tertinggi
terjadi pada fraksi volume serat 60% susunan serat silang yaitu 154,675 MPa
sedangkan tegangan bending terendah terjadi pada fraksi volume serat 40%
susunan serat acak yaitu 34,959
MPa. Tegangan
tarik tertinggi terjadi pada fraksi volume serat 60% susunan serat lurus yaitu 9,972 MPa
sedangkan tegangan tarik yang terendah
terjadi pada fraksi volume serat 40% susunan serat acak yaitu 1,715
MPa. Hasil
foto makro pada spesimen uji bending dan uji tarik menunjukkan bahwa patahan
yang terjadi pada matrik merupakan jenis patah getas karena permukaan patah
mengkilap dan rata.
Kata
kunci : Fraksi Volume, Kekuatan Bending,
Kekuatan Tarik.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus